Menko Perekonomian Terima Kunjungan Dua Perusahaan Besar Asal Jepang & Korea
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa hari
ini menerima kunjungan dua perusahaan besar asal Jepang dan Korea.
Perusahaan dua negara ini menyampaikan ketertarikannya untuk
berinvestasi di Indonesia.
"Doozan Group adalah salah satu perusahaan tertua di Korea dan Marubeni itu juga merupakan salah satu perusahaan yang besar di Jepang dan sudah lama beroperasi di Indonesia," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Rizal Affandi Lukman di Kementerian Perekonomian, Rabu (16/01/2013).
Lebih lanjut, Deputi Menko Perekonomian mengatakan kunjungan Doozan Group ke Menko Perekonomian untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia dan memberikan apresiasinya, terutama pada saat ekonomi dunia sedang melambat, tapi ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 6 persen.
"Mereka tertarik untuk masuk dalam investasi di Indonesia, dan sekarang sudah berinvestasi pembangkit listrik di Cirebon bersama-sama dengan Marubeni, dan Korea juga tertarik pada proyek-proyek untuk masalah perkotaan," ujarnya.
Sementara Marubeni, menyatakan ketertarikannya untuk tetap berinvestasi di Indonesia. "Mereka menunjukkan bahwa ada kepercayaan disebutkan bahwa stock exchange di Jepang ini kebutuhannya sangat kuat," ujarnya.
Menurutnya, kedua perusahaan tersebut memiliki ketertarikan untuk membantu pembangunan di Indonesia terutama masalah perkotaan untuk membantu terutama di listriknya, water treatment, dan lain-lain.
"Pak Menko juga menawarkan bidang-bidang yang bisa di masuki oleh Doozan Group, termasuk bidang energi, food indutsry, kemudian juga infrastruktur project, power plan dan sebagainya," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan perusahaan asal Jepang dan Korea ini juga tertarik pembangunan proyek transportasi Mass Rapid Transit (MRT).
"Doozan Group adalah salah satu perusahaan tertua di Korea dan Marubeni itu juga merupakan salah satu perusahaan yang besar di Jepang dan sudah lama beroperasi di Indonesia," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Rizal Affandi Lukman di Kementerian Perekonomian, Rabu (16/01/2013).
Lebih lanjut, Deputi Menko Perekonomian mengatakan kunjungan Doozan Group ke Menko Perekonomian untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia dan memberikan apresiasinya, terutama pada saat ekonomi dunia sedang melambat, tapi ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 6 persen.
"Mereka tertarik untuk masuk dalam investasi di Indonesia, dan sekarang sudah berinvestasi pembangkit listrik di Cirebon bersama-sama dengan Marubeni, dan Korea juga tertarik pada proyek-proyek untuk masalah perkotaan," ujarnya.
Sementara Marubeni, menyatakan ketertarikannya untuk tetap berinvestasi di Indonesia. "Mereka menunjukkan bahwa ada kepercayaan disebutkan bahwa stock exchange di Jepang ini kebutuhannya sangat kuat," ujarnya.
Menurutnya, kedua perusahaan tersebut memiliki ketertarikan untuk membantu pembangunan di Indonesia terutama masalah perkotaan untuk membantu terutama di listriknya, water treatment, dan lain-lain.
"Pak Menko juga menawarkan bidang-bidang yang bisa di masuki oleh Doozan Group, termasuk bidang energi, food indutsry, kemudian juga infrastruktur project, power plan dan sebagainya," ungkapnya.
Ia juga menyebutkan perusahaan asal Jepang dan Korea ini juga tertarik pembangunan proyek transportasi Mass Rapid Transit (MRT).







