Menko Perekonomian membuka Rakernas Pertanian 2013

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menghadiri sekaligus membuka acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2013 dengan tema “Jadikan Tahun 2013 Sebagai Tahun Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Kerja Tuntas Dalam Rangka Pencapaian Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan Pembangunan Pertanian,” di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Dalam pidato pembukaan acara tersebut, menko perekonomian menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada jajaran kementerian pertanian yang mengagendakan rapat kerja nasional pada tahun 2013 ini untuk memantapkan suksesnya capaian di bidang pertanian yang merupakan pilar penting di dalam pembangunan ekonomi nasional. “Dan saya pun memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran kementerian pertanian yang telah meraih sukses di tahun 2012 dengan capaian yang jauh lebih baik dibandingkan tahun 2011,” ungkap menko perekonomian. Walaupun BPS belum menetapkan berapa nominal growth di bidang pangan terutama beras, tetapi ramalan sudah mendekati 5% dan bulog sudah membeli beras dari petani lebih dari 3 juta ton.

Menko perekonomian mengungkapkan bahwa muara dari kesuksesan yang diraih di bidang pertanian adalah tercapainya kesejahteraan para petani dan secara keseluruhan tercapainya kesejahteraan bangsa Indonesia. Jika Indonesia ingin mewujudkan bangsa yang berdaya saing serta sekaligus untuk mengatasi kemiskinan, maka pembangunan sektor pertanian harus diarahkan sebagai basis pengembangan ekonomi serta untuk mencapai kemandirian pangan yang didukung oleh sektor industri.

Beliau juga menjelaskan faktor-faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi secara makro dari sisi permintaan. Pertama, yaitu APBN yang ekspansif terutama belanja modal dari sektor infrastruktur. Tanggung jawab mencapai sukses pertanian tidak hanya terletak di pundak kementerian pertanian semata, tanpa didukung infrastruktur, pembiayaan, mekanisasi serta sektor-sektor lain yang terkait maka sasaran-sasaran yang ingin diraih akan sangat sulit tercapai. Kedua, kondisi daya beli masyarakat yang baik karena tingkat inflasi pangan pokok yang stabil. Ketiga, netto ekspor impor pangan pokok yang semakin positif. Dan yang terakhir adalah investasi yang kreatif dengan membangun industri-industri yang bahan bakunya berbasis kepada potensi nasional.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan agar tidak terjadi zero sum game dengan meningkatkan produktifitas melalui peningkatan luas masa tanaman. Serta kepastian harga agar petani merasa aman sehingga stabilisasi harga pangan pokok, swasembada serta kemandirian pangan bisa tercapai.
“Kita tidak bisa tidak harus memiliki kemandirian pangan, karena itu yang akan membawa kita kepada negara maju. Serta, kemandirian pangan tersebut harus dibarengi dengan kesejahteraan yang semakin meningkat,” ujar beliau.
Share this article :
 
 
Copyright © 2013. Desir Cahaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Blogger